Dimulai dari dapur kecil, dengan resep keluarga.
Tahun 1998, Mbok Sri mulai jualan nasi goreng di depan rumahnya di Prawirotaman. Waktu itu cuma satu wajan, satu meja, dan tiga kursi plastik. Tapi resep bumbunya—itu yang bikin orang balik lagi.
Sekarang, warungnya udah punya tempat sendiri, dan menu-nya nambah. Tapi satu hal nggak berubah: bumbu tetap ditumbuk manual setiap pagi, dan masaknya tetap pakai kayu bakar.
Karena kami percaya—masakan yang enak itu bukan yang cepat, tapi yang dimasak dengan sabar.